Oleh: Gus Robi Irawan Wiratmoko
Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN)
JAKARTA – Memasuki usia ke-65 pada tahun 2026, Gerakan Pramuka kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu organisasi pendidikan nonformal terbesar di Indonesia yang konsisten membentuk karakter generasi muda. Sejak diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka telah menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya insan-insan yang berjiwa Pancasila, berintegritas, disiplin, mandiri, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa serta negara.
Selama enam setengah dekade, Gerakan Pramuka tidak sekadar dikenal melalui kegiatan perkemahan, tali-temali, atau pionering. Lebih dari itu, Pramuka telah menjadi wadah pembentukan kepemimpinan, karakter, jiwa sosial, dan semangat gotong royong yang diwariskan kepada jutaan generasi muda Indonesia.
Dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, jutaan anggota Pramuka dengan seragam cokelat dan setangan leher merah putih terus hadir sebagai simbol persatuan, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menjaga Warisan Nilai Tri Satya dan Dasa Dharma
Gerakan Pramuka lahir dari semangat menyatukan berbagai organisasi kepanduan di Indonesia demi menciptakan satu gerakan pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Hingga kini, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma tetap menjadi fondasi moral dalam membentuk karakter setiap anggota Pramuka. Nilai tersebut mengajarkan pentingnya ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta tanah air, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, keberanian, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian tanpa pamrih.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, nilai-nilai tersebut justru semakin relevan sebagai benteng moral bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Lebih dari Sekadar Perkemahan
Perjalanan panjang Gerakan Pramuka menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
Di lingkungan pendidikan, Pramuka menjadi sarana pembentukan karakter melalui kegiatan yang menanamkan kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, serta kemampuan memecahkan masalah.
Dalam situasi kebencanaan, Pramuka Peduli selalu tampil sebagai relawan yang membantu proses evakuasi, distribusi bantuan kemanusiaan, hingga pelayanan masyarakat saat terjadi banjir, gempa bumi, kebakaran, pandemi COVID-19, maupun berbagai bencana lainnya.

Di bidang lingkungan hidup, anggota Pramuka aktif melakukan penghijauan, penanaman pohon, konservasi alam, gerakan bersih sungai, kampanye pengurangan sampah plastik, serta edukasi pelestarian lingkungan.
Memasuki era transformasi digital, Gerakan Pramuka juga terus beradaptasi melalui pengembangan Pramuka Digital, pelatihan literasi digital, edukasi keamanan siber, pemanfaatan teknologi informasi, hingga kampanye melawan penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial.
Tantangan Besar di Era Digital
Perubahan zaman membawa tantangan baru bagi Gerakan Pramuka. Generasi Z dan Generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan yang sangat dipengaruhi teknologi digital, media sosial, dan kecerdasan buatan.
Karena itu, kegiatan kepramukaan dituntut semakin inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas organisasi.
Berbagai gugus depan kini mulai mengembangkan program berbasis teknologi, kewirausahaan, ecopreneurship, kepemimpinan digital, bela negara, hingga peningkatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 5.0.
Gerakan Pramuka juga diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam isu-isu strategis nasional seperti pencegahan penyalahgunaan narkoba, penguatan moderasi beragama, penanggulangan stunting, kesehatan mental remaja, pendidikan antikorupsi, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
Gus Robi Irawan: Pramuka Adalah Sekolah Kehidupan
Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN), Gus Robi Irawan Wiratmoko, menilai bahwa Pramuka merupakan salah satu investasi terbesar bangsa dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Menurutnya, pendidikan karakter yang diterapkan dalam Gerakan Pramuka tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi ataupun pendidikan formal.
“Pramuka bukan sekadar belajar tali-temali, baris-berbaris, atau mendirikan tenda. Pramuka adalah sekolah kehidupan. Di sanalah generasi muda ditempa menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.”
Ia juga mengajak seluruh kader Pramuka di Indonesia agar terus menjaga semangat persaudaraan, memperkuat persatuan nasional, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, memiliki integritas, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai itu telah lama diajarkan dalam Gerakan Pramuka,” tegasnya.
Momentum Menguatkan Generasi Emas Indonesia
Peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-65 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mendukung pendidikan karakter bagi generasi muda.
Dengan semangat “Pramuka Berjiwa Pancasila, Menjaga NKRI”, Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang unggul, berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
Gerakan Pramuka bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga terus bergerak mengikuti perkembangan zaman dengan tetap menjunjung tinggi semangat pengabdian, persatuan, dan gotong royong.
Selamat Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-65.
Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.
Teruslah menjadi pelopor pembentukan karakter bangsa, menjaga persatuan Indonesia, mengabdi tanpa pamrih, dan melahirkan generasi penerus yang berintegritas demi Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat.
- Polres Bangka Barat Selidiki Temuan Diduga Tengkorak Manusia di Jebus, Warga Diimbau Tidak Berspekulasi
- INVESTIGASI | PETI Diduga Kian Menggurita di Gunung Tagin, Siapa yang Bermain? Aparat Diminta Jangan Tutup Mata
- Disambut Hangat Sekdis, DPD LIN Banten Audiensi dengan Disperindag Provinsi Banten, Siap Bangun Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah













Respon (2)